4.10.2008

KONSER NATAL



Kesibukan semakin terasa menjelang Natal 2007 ini, latihan diperbanyak dari 2x menjadi 3x seminggu dan jamnya pun bertambah, karena disamping untuk konser di gereja pada malam Natal, juga mempersiapkan undangan untuk konser di hotel dan ditempat lainnya sesuai dengan undangan...

Rasa pegal, karena selama latihan +/- 2 jam berdiri serasa hilang sudah dengan mendengar alunan orkestra diiringi koor yang ada, wah...serasa menjadi penyanyi beneran deh...walaupun saat ini bernyanyi untuk Tuhan.....padahal ini untuk yang ke-2x nya aku ikutan koor pada misa malam diiringi orkestra tapi rasanya tetap aja ada kebanggaan tersendiri kalau nyanyi diiringi orkestra...

Setelah malam natal digereja selesai masih tetap padat latihan untuk undangan konser natal di hotel Dharmawangsa didaerah Jakarta selatan

Tanggal 19 Dec'2007 aku kekantor cuma sampe jam 10.15 setelah itu pulang, persiapan untuk konser malamnya karena kami semua diharuskan ngumpul jam 1 siang di hotel dharmawangsa, padahal acaranya sendiri baru mulai jam 7 malam...

Aku ikut temanku kami berkumpul dirumahnya ber-4 karena dia ada sopirnya, jadi jam 1.30 kami baru berangkat, itupun mutar-mutar karena ternyata sang sopir tidak tahu letak persisnya hotel dharmawangsa, beberapa kali kami harus bertanya kepada orang2 sekitar, jam 3 kami baru nyampe dihotel tersebut.

Pemanasan kembali dan sekedar mengenal tempat kami latihan sekali lagi diruangan yang sudah disediakan. Sekitar jam 5 kami sudah disediakan makan malam dan setelah itu kami udah harus siap2 dandan.... bisa dibayangin kalo perempuan udah ngumpul untuk dandan secara aku sendiri gak bisa dandan...tapi untung ada teman anak alto mbak wati secara dia dengan suka rela mendandani para perempuan lain yang gak bisa dandan...sim salabim akhirnya aku bisa tempil dengan dandanan yang aduhai....sayang photonya gak ada...sedangkan cd yang ada belum sempat diperbanyak....

Jam 7 malam kami sudah duduk manis di podium sambil nunggu para tamu undangan... waktu jam 5 sore pas lagi makan, my hubby sempat telpon yang mana dia dan anak2 pake nyasar karena mereka lewat toll baru cipularang. Anak2 sempat dengan sukacita ngambil gambar ma2nya pada saat nyanyi cuma sayang gambarnya gak jelas.

Tanggal 12 January 2008 kembali kami harus konser sekali lagi untuk acara natal PT. Askes di cempaka putih, untungnya acara pas hari Sabtu jadi aku gak mikirin harus kerja dulu....aku janjian sama teman yang lain untuk berangkat bareng ngumpul dari gereja. Jam 2 siang kami berangkat dari gereja karena lokasinya dekat jadi tidak membutuhkan waktu lama akhirnya kami sampai disana. Ruangan yang dipakai relatif lebih kecil dibandingkan dengan hotel dharmawangsa. Lagu-lagu yang kami nyanyikan sama dengan lagu waktu dihotel dharmawangsa.
Untuk acara di PT. Askes ini kami diharuskan berseragam hitam-hitam, tetapi harus rok panjang tidak boleh memakai celana panjang. Sebelum tanggal 12 January 2008 ada hari libur 2 hari yaitu 10 dan 11. Dua hari libur tersebut kupakai untuk hunting mencari rok panjang di semua toko yang ada di Bekasi, mulai dari toko besar sampai toko kecil , susahnya mencari rok panjang ukuran besar, masalahnya rok panjangku yang dipakai setahun lalu sudah tidak muat lagi (hiks...hiks...sedihnya rasanya badan tambah melar aja) Akhirnya rok panjang ukuran besar bisa ditemukan disalah satu depstore dengan kesabaran pramuniaga yang mau mencari ukuran besar. Ini salah satu yang memacu aku untuk melangsingkan badan





Selengkapnya......

RESOLUSI 2008

Wah cukup lama juga gak nulis di blog, sebenarnya banyak yang pengen ditulis rasanya numpuk banget cuma waktu untuk nulis aja kayaknya gak ada, kalo ada dikantor rasanya sibuk banget, cuma ada dalam pikiran untuk nulis, kalo udah pulang maunya cuma istirahat....
Menghadapi tahun 2008 rasanya begitu banyak rencana dan keinginan mau ini mau itu, yah istilah kerennya RESOLUSI Salah satu resolusi yang suka dibicarakan sama temen kantor yaitu tampil cantik dan langsing. Maklum kami dikantor cewek ber-4 semuanya porsi jumbo, jadi semua punya keinginan yang sama pengen kurus tapi gak mau diet, susah juga maunya yang enak-enak aja
Dimulai dengan kesibukanku sebagai anggota koor gabungan di gereja yang mulai banyak kegiatan, dimulai dengan latihan 2x seminggu, belum lagi acara untuk manggung untuk acara kawinan dan akhir tahun serta awal tahun terpilih untuk ikutan konser (lucu juga untuk anggota sopran yang lumayan banyak terpaksa harus di audisi) karena aku anggota sopran maka akupun termasuk salah satu yang harus ikut audisi, padahal aku ikutan kelompok koor gabungan ini sudah setahun sejak Desember 2006. Cukup deg-degan juga apakah aku bisa terpilih untungnya lagu yang harus aku nyanyikan sudah aku kuasai...dan tara.....aku terpilih untuk ikut sopran pada konser Desember 2007 di salah satu hotel berbintang untuk acara Natal bersama karyawan hotel tersebut.

Sehari menjelang konser baju seragam baru dikasih.....sampil H2C apa cukup gak ya seragamnya....jadi seragamnya di cobain pas yang lain latihan....uh....uh...ketat banget tapi masih bisa masuk dan wuih kelihatan seksi banget...(eh...eh biarpun tonjolannya disana sini yang penting seksi kataku)




Selengkapnya......

Empat Langkah Sukses di Kantor

Bekerja dengan baik saja belum cukup. Suatu penelitian yang dilakukan oleh para ahli di Columbia University, Amerika Serikat, menemukan bahwa sukses pekerjaan, kenaikan gaji, serta promosi jabatan umumnya lebih banyak dipengaruhi oleh karisma seseorang dibanding latar belakang akademis atau kualifikasi profesional yang dimiliki orang tersebut. Karena itu, Anda harus berusaha agar atasan dan rekan-rekan kerja menyukai Anda.

Lalu, bagaimana caranya? Tim Sanders, pengarang buku The Likability Factor membagi rahasianya untuk Anda berikut ini.

Empat Faktor Disukai atau Faktor L
“Saat kita berinteraksi dengan orang-orang di sekitar kita, mereka sebenarnya mencari empat hal dalam diri kita, yang nantinya akan menentukan apakah mereka akan menyukai kita nantinya,” jelas Sanders. Keempat hal itulah yang disebut Sanders sebagai “Faktor L” dari “Likeability Factor”. Pertama, orang mencari tahu apakah Anda cukup bersahabat atau tidak. Kedua, apakah Anda cukup relevan bagi mereka, ketiga apakah Anda mempunyai empati kepada mereka, dan terakhir adalah apakah Anda orang yang tulus dan jujur. Jika jawabannya positif, maka Anda memiliki Likeability Factor atau faktor disukai.

Bagaimana Meningkatkan Faktor L Anda

1. Langkah Pertama: Tingkatkan Keramahan Anda
Keramahan Anda akan terlihat dari keterbukaan dan kemampuan Anda untuk berkomunikasi dengan orang lain. Jadi, cobalah untuk membiasakan diri menyapa orang lain dengan ramah, tersenyum lebih sering, dan tunjukkan bahasa tubuh serta kata-kata yang positif.
2. Langkah Kedua: Tingkatkan Relevansi Anda
Faktor relevansi berhubungan dengan kaitan Anda dengan minat, keinginan, dan kebutuhan orang lain. Semakin erat kaitan Anda dengan itu semua, semakin orang menyukai Anda. Untuk meningkatkan relevansi Anda pada seseorang, cari tahulah minat dan kebutuhan orang tersebut, dan saling berbagi jika kebetulan minat Anda sejalan dengannya. Cari tahu pula apa yang biasa ia lakukan di luar jam kerja
3. Langkah Ketiga: Tunjukkan Rasa Empati
Empati Anda mencerminkan kemampuan Anda untuk melihat segala sesuatu dari sudut pandang orang lain dan memahami apa yang ia rasakan. Jika Anda mampu melakukannya, dijamin orang akan menyukai Anda. Untuk itu, coba tanyakan pada diri Anda, apakah Anda…
* Mengetahui bagaimana perasaan rekan Anda terhadap masalah yang tengah ia hadapi akhir-akhir ini?
* Memahami seperti apa rasanya melakukan tugas-tugas rekan Anda yang bertumpuk setiap hari?
* Merasakan hal yang sama dengan rekan Anda tentang masalah tertentu?
4. Langkah Keempat: Tunjukkan Ketulusan Hati Anda
Ketulusan adalah konsistensi antara apa yang diyakini dengan tindakan yang dilakukan. Untuk bisa tulus kepada diri sendiri dan orang lain, Anda perlu melakukan hal-hal berikut:
* Lakukan apa yang ingin Anda lakukan dalam hidup ini
* Miliki tujuan hidup
* Berkomitmen pada prinsip-prinsip Anda dalam bekerja
* Menjadi orang yang sama baik di dalam maupun di luar kantor
* Terbuka dan jujur pada orang lain

Semakin Anda menerapkan hal-hal tersebut di atas, semakin Anda disukai oleh orang-orang di sekitar Anda.
(PT. Nestle Indonesia bekerja sama dengan www.hersmagz.com).



Selengkapnya......

Inner Beauty

Perempuan dan kecantikan tidak dapat dipisahkan. Bicara tentang perempuan, pasti tidak pernah lepas dari unsur kecantikan. Kecantikan seutuhnya berasal dari dalam hati, yang mampu memancarkan keanggunan seorang perempuan. Itulah yang disebut sebagai inner beauty.
Menjadi cantik baik dari penampilan fisik maupun dari dalam, mulai dari tingkah laku yang baik serta sikap yang terpuji
Edisi kali ini memang dikhususkan bagi perempuan. Anda dapat menyimak info menarik seputar sukses karir IQ vs EQ serta mengapa harus berhenti merokok, yang telah menjadi gaya hidup perempuan. Untuk buah hati Anda, kami persembahkan artikel Mata Sehat Anak Cerdas. Dapatkan juga sajian resep spesial Dapur Nestlé Ayam Saus Bawang untuk makan malam yang praktis.

Temukan kecantikan yang sesungguhnya dari dalam hati anda





Selengkapnya......

Strategi Tepat agar Pekerjaan Anda Makin Memuaskan Tahun Depan

Awalnya semua terasa baik-baik saja dan Anda menyukai pekerjaan Anda. Tapi, kini Anda sudah mulai merasakan sebaliknya. Apa yang harus dilakukan?

Stres akan terasa bertumpuk jika pekerjaan yang kita lakukan tak terasa menyenangkan lagi. Tapi, apa yang membuat pekerjaan menjadi tak lagi semenarik dulu? Berikut ini beberapa kemungkinan sumber penyebabnya dan cara mengatasinya agar pekerjaan jadi terasa memuaskan di tahun depan.

1. Cari Tahu Penyebabnya
Hal pertama yang harus dilakukan adalah mencari tahu sumber penyebab ketidakpuasan. Mungkin salah satu dari beberapa faktor berikut yang menjadi pemicunya:
* Konflik dengan rekan kerja
* Konflik dengan atasan Anda
* Tidak mendapatkan gaji yang seimbang dengan pekerjaan yang Anda lakukan.
* Tidak mendapatkan fasilitas penunjang untuk menyelesaikan pekerjaan dengan baik.
* Kurangnya kesempatan untuk mendapatkan promosi jabatan.
* Pekerjaan yang dilakukan terasa membosankan, tidak sesuai dengan minat, pendidikan, dan keterampilan Anda.
Tip penting: Sisihkan waktu untuk memikirkan sumber motivasi dan inspirasi Anda. Lalu, carilah strategi untuk meningkatkan kepuasan kerja.
2. Kembangkan Strategi!
* Carilah Tantangan Baru
Dengan sedikit imajinasi, Anda bisa menciptakan tantangan baru dan melakukan yang terbaik. Ide berikut bisa dicoba
- Tingkatkan keterampilan
Anda mungkin membayangkan menjadi seorang manajer proyek yang andal, mampu berkomunikasi dengan baik, dan mampu mengorganisir banyak hal. Mengapa Anda tidak mencoba mengembangkan keterampilan tersebut dalam pekerjaan Anda saat ini?

- Kembangkan proyek pribadi
Cobalah untuk mengerjakan sebuah proyek yang bisa memotivasi dan membuat Anda merasa memiliki kendali dan percaya diri. Awali dengan yang kecil-kecil, seperti mengorganisir kegiatan perayaan ulang tahun kantor, misalnya.

- Menjadi mentor bagi rekan kerja Anda
Begitu sudah menguasai pekerjaan sehari-hari, Anda mungkin mulai merasa bosan. Cobalah untuk mengatasinya dengan menjadi mentor bagi pegawai baru atau karyawan magang.
* Bunuh Kebosanan!

- Atasi perasaan monoton
Saat istirahat, hiburlah diri sendiri. Membaca, mendengarkan musik, atau berjalan-jalan sejenak, misalnya?

- Pelatihan untuk tugas berbeda
Apakah pekerjaan Anda terdiri dari tugas-tugas repetitif seperti memasukkan data ke database (bank data)? Mintalah atasan Anda untuk memberi pelatihan melakukan tugas-tugas yang berbeda untuk mengatasi kebosanan.

- Menawarkan diri melakukan hal yang berbeda
Misalnya menawarkan diri untuk menjadi anggota tim dalam proyek baru.

- Mintalah tantangan baru
Bila memungkinkan, mintalah tugas-tugas baru yang berbeda, yang jauh lebih menantang.
Tip penting: Kebosanan bisa berakibat buruk, terutama jika jenis pekerjaan dilakukan berkaitan dengan mesin atau merawat orang. Jika itu terus berlanjut, segera bicarakan kepada atasan. Mintalah tantangan baru atau carilah posisi baru di tempat lain.
3. Selalu Berpikir Positif
Belajarlah untuk mencari hikmah dari segala peristiwa yang Anda alami. Misalnya, saat atasan Anda memberi kritik pedas pada hasil kerja Anda, lihatlah itu sebagai tanda Anda perlu mengembangkan diri lebih baik lagi. Selain itu, belajarlah dari kesalahan dan biasakan diri untuk selalu bersyukur atas apa yang Anda dapatkan setiap hari.

Tip penting: Jadikan situasi sulit dalam pekerjaan Anda sebagai sesuatu yang positif. Dengan begitu, Anda bisa belajar mengelola stres dengan baik dan mensyukuri apa yang sudah Anda dapat.

(PT. Nestlé Indonesia bekerja sama dengan HERS Magazine)






Selengkapnya......

Ayam Saus Bawang (RESEP NESTLE MINGGU INI)

Ayam dengan saus bawang yang wangi ini mirip dengan sajian steak ala café dan resto. Daging dada ayam yang rendah lemak dan cepat empuk sangat enak dipadu dengan saus bawang plus sayuran tumis sebagai pelengkapnya.

Kalori : 189 Kal Protein : 17.5 gr Lemak : 7.2 gr Serat : 3.41 gr
Karbohidrat : 13.65 gr

Bahan :

1 buah dada ayam utuh tanpa kulit dan tulang
1 sdm mentega
50 g bawang Bombay, iris tipis
1 sdt tepung terigu
1 sdm NESTLÉ® DANCOW Fullcream
100 ml air
Bumbu, aduk rata:
1 sdm MAGGI® Seasoning
1 sdm saus BBQ
1 siung bawang putih, parut
½ sdt merica hitam
Pelengkap:
100 g kapri manis, bersihkan, blansir
5 buah tomat ceri, belah dua

Cara Membuat :

* Potong dada ayam menjadi 2 bagian. Pukul-pukul dengan pemukul daging hingga agak pipih.
* Aduk dada ayam dengan Bumbu hingga rata. Diamkan selama 20 menit.
* Panaskan mentega, tumis bawang hingga kecokelatan dan layu.
* Masukkan dada ayam, balik-balik hingga kedua sisinya matang.
* Taburi tepung terigu, aduk hingga rata.
* Campur susu DANCOW dengan air, tuangkan ke dalam ayam, aduk hingga mendidih dan kental.
* Angkat, tuang ke piring saji.
* Pelengkap : Tumis kapri dan tomat dengan sedikit mentega hingga layu.
* Sajikan ayam dengan Pelengkapnya.

Tips :

* Untuk mendapatkan rasa lebih gurih bisa dipakai daging paha atas ayam yang sudah dibuang kulit,lemak dan tulangnya.
* Setelah direndam bumbu, sebaiknya simpan ayam dalam lemari es





Selengkapnya......

Sudah Efektifkah Anda Bekerja?

Sebagian orang berpendapat bahwa sering lembur berarti bahwa mereka memang benar-benar bekerja. Padahal itu tak sepenuhnya benar. kriteria lain untuk menentukan apakah seorang karyawan sudah bekerja secara efektif. Apa saja kriterianya?

“Kerja efektif mungkin berbeda-beda kriterianya pada setiap orang. Tapi tetap saja ada aturan yang ditetapkan perusahaan. Dan, itulah yang harus dipenuhi oleh setiap karyawan,” papar Imam Santoso, Psi, Staf Lembaga Psikologi Terapan Universitas
* Sesuai Dengan Kriteria Perusahaan
Menurut Imam, kriteria kerja yang efektif berbeda-beda tergantung bidang usaha. Karena itu, sadarilah di bidang mana Anda berada. Untuk perusahaan yang bisnis utamanya di bidang penjualan, misalnya. Kerja efektif adalah jika bisa mencapai target penjualan, meski kadang membutuhkan banyak sumber daya. Sedangkan untuk perusahaan manufaktur, kerja efektif justru berarti target produksi tercapai dengan sesedikit mungkin sumber daya yang terpakai
* Tahu Kapan Lembur Diperlukan
Bukan berarti sering kerja lembur berarti si karyawan tersebut bekerja dengan baik.
“Tidak bisa digeneralisir seperti itu. Rajin itu kan penilaian berdasarkan apa yang terlihat kasat mata. Sementara, motif karyawan untuk kerja lembur sendiri kadang berbeda-beda,” papar Imam. Karena itu, si pegawai harus tahu kapan dia memang perlu lembur.

* Lembur Untuk Kejar Target
Idealnya, lembur dilakukan untuk mengejar target produktivitas. Misalnya, di pabrik, lembur dilakukan untuk mengejar waktu pengiriman produk ke pelanggan saat sedang banyak pesanan. Perusahaan sendiri seharusnya sudah mempunyai perhitungan bahwa tugas-tugas tertentu pasti bisa diselesaikan dalam waktu kerja tertentu. Sehingga, jika memang kondisi pekerjaan sedang normal, lembur mungkin tak perlu dilakukan.
“Karena itu, aktivitas lembur berlangsung atas instruksi dari pejabat berwenang, supaya dipastikan bahwa itu untuk tujuan produktivitas,” jelas Imam. Jam lembur juga harus dibatasi dengan tujuan untuk memastikan energi karyawan tidak terforsir untuk kerja. Jadi rajin lembur justru perlu diwaspadai. Dengan stamina yang kendur hasil kerja karyawan malah patut dipertanyakan akurasinya.
* Pekerjaan Selesai Dalam Jam Kerja Yang Berlaku
Yang paling baik dan paling ideal adalah pekerjaan selesai (mencapai target) dalam jam kerja yang berlaku. “Artinya karyawan ditantang untuk berpikir bagaimana cara memanfaatkan waktu yang tersedia untuk mengerjakan semua tugas agar selesai tepat waktu,” jelas Imam.
Lalu, bagaimana jika sering lembur tapi pekerjaan tetap tidak beres? Mungkin hal-hal berikut adalah penyebabnya:
o Tidak bisa mengatur prioritas sehingga ada hal-hal penting yang terbengkalai
o Sikap menunda-nunda pekerjaan
o Load kerja terlalu besar sehingga biarpun sudah bekerja lembur tetap saja pekerjaan tidak selesai.
o Tidak mengerti apa yang dituntut dari pekerjaan.
Oleh: Bimala Dewi Irzani
(PT. Nestlé Indonesia bekerja sama dengan www.hersmagz.com)




Selengkapnya......