

Aku lupa tanggal pastinya kapan, waktu itu aku diajak ikutan seminar mengenai kanker yang diadakan digereja oleh yayasan peduli kanker Indonesia, yang aku ingat harinya Minggu jam 9 pagi, udah semangat aku datang kegereja mendengarkan segala penjelasan yang diberikan (wuih....serem juga sih) Dalam acara tersebut juga diadakan pemeriksaan gratis gula darah plus asam urat dan kolestrol, hasilnya apa ??? Aku sampe terkaget-kaget hasil pemeriksaan asam uratku cukup tinggi untuk wanita dewasa maksimum 5 hasilku ....9.6 (sempat stress juga mikirinnya) waktu kontrol hypertensi ke dokter aku minta aja sekalian obat untuk asam urat, dengan harapan tidak menjadi penyakit yang lain-lain, yang pasti harus banyak pantangan, seperti ringkasan yang dikasih ini
6.23.2008
SEMINAR KANKER
4.15.2008
Empat Makanan Tersehat di Dunia
Oleh: Bimala Dewi Irzani
Ingin tahu makanan yang dianggap paling sehat di berbagai negara? Berikut kami sajikan spesial untuk Anda, lengkap dengan alasan mengapa perlu mengkonsumsinya.
1. Kimchi (Korea)
Kimchi yang terbuat dari sawi dengan ramuan beraneka bumbu ini kaya akan vitamin A, B, dan C, dan tidak akan membuat Anda gemuk bila mengkonsumsinya. Namun, kekuatan utama dari makanan yang satu ini terletak pada kandungan bakteri “baik” yaitu lactobacilli yang juga banyak ditemukan pada yogurt. Bakteri tersebut membantu sistem pencernaan sekaligus membantu mencegah infeksi. Beberapa studi bahkan menyebutkan kalau sayuran yang telah terfermentasi dalam kimchi bisa membantu mencegah pertumbuhan sel-sel kanker.
2. Kedelai (Jepang)
Orang Jepang amat menyukai tofu yang sering dijadikan bahan utama makanan yang mereka santap setiap hari. Jenis makanan berbahan dasar kedelai seperti tofu ini memang kaya akan isoflavon, substansi menyerupai estrogen yang mampu mencegah kanker dan osteoporosis. Tak hanya itu, kedelai juga sangat baik untuk jantung sehingga tak heran jika kedelai menjadi makanan sehat orang Jepang.
3. Yogurt (Yunani)
Yogurt sangat baik untuk sistem pencernaan dan kesehatan vagina. Selain itu, minuman yang rasanya sedikit asam ini juga membantu mengatasi masalah intoleransi laktosa, memperkuat tulang, serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Yogurt pun mampu menurunkan tekanan darah, mencegah kanker dan membantu menurunkan berat badan. Untuk masalah berat badan sendiri, hal itu sudah dibuktikan oleh para peneliti dari The International Journal of Obesity. Minum 3 gelas yogurt non lemak sehari bisa mengurangi berat tubuh 22 persen lebih banyak.
4. Minyak Zaitun (Spanyol)
Kandungan zat antioksidan yang ada di dalam minyak zaitun mampu melindungi jantung karena bisa mengurangi kadar kolesterol jahat. Selain itu, para peneliti dari Philadelphias Monell Chemical Senses Center juga menemukan bahwa minyak tersebut mengandung zat ibuprofen yang berperan sebagai pembunuh rasa sakit akibat peradangan. Sehingga tak heran jika minyak zaitun bisa mencegah serangan jantung, stroke, beberapa jenis kanker, dan bahkan penyakit Alzheimer.
(PT. Nestlé Indonesia bekerja sama dengan www.hersmagz.com)
Jangan Abaikan Tanda-tanda Kelelahan
Pernahkah Anda merasa stres, sakit kepala, dan merasa pekerjaan seperti tidak ada habis-habisnya sehingga membuat Anda ingin berteriak sekeras-kerasnya? Jangan anggap remeh. Bisa jadi itu tandanya Anda mengalami job burnout, yang membutuhkan penanganan segera! Apa lagi gejala lainnya?
Apa Itu Job Burnout?
“Job burnout adalah respon terhadap tekanan pekerjaan yang membuat Anda merasa tak berdaya, putus asa, lelah, dan frustrasi,” jelas Dr. Audrey L. Canaff, UC Foundation Assistant Professor dari the University of Tennessee, Amerika Serikat. Job burnout perlu segera ditangani. Sebab, selain mempengaruhi kinerja kerja, burnout juga mempengaruhi kekebalan tubuh. Gangguan ini juga berkaitan dengan migren, gangguan pencernaan, tekanan darah tinggi, hingga penyakit jantung.
Kenali Tanda-tanda Burnout
Perhatikanlah apakah lima tanda-tanda berikut Anda alami di tempat kerja.
• Tanda No. 1: Anda mudah sekali merasa terganggu dengan teman kerja Anda, padahal biasanya tidak demikian.
Apapun yang ia lakukan selalu tampak salah sehingga membuat Anda naik darah. Padahal, biasanya Anda cukup akrab dengannya. Anda juga mudah sekali marah pada saat rekan kerja atau atasan Anda menagih tugas Anda.
• Tanda No. 2: Datang terlambat dan ingin pulang lebih cepat
Biasanya, Anda bangun dengan semangat tinggi untuk berangkat kerja. Tapi, kini justru kebalikannya. Anda malas sekali ke kantor dan hari di tempat kerja terasa lebih panjang dari biasanya.
• Tanda No. 3: Anda mulai apatis
Anda kini apatis, kehilangan motivasi untuk menerima tantangan dan menghasilkan yang terbaik. Rasa bangga pada pekerjaan pun ikut memudar.
• Tanda No. 4: Kehilangan minat berinteraksi dengan rekan-rekan lainnya
Anda biasanya tak pernah ketinggalan untuk makan siang atau kumpul-kumpul di klub bersama teman-teman. Tapi, kini Anda malas bersosialisasi dengan mereka.
• Tanda No. 5: Anda merasa tidak enak badan setiap hari
Anda selalu merasa lelah, sakit kepala, otot-otot terasa tegang, dan sulit tidur. Itu berarti Anda mengalami stres, yang kemudian muncul dalam bentuk gejala-gejala tadi. Gejala lainnya adalah gangguan pencernaan, hingga berat badan yang turun drastis, atau kebalikannya.
• Tanda No. 6: Sinis dan bersikap negatif
Kalau dulu Anda ceria, ramah kepada orang-orang dan selalu optimis serta bersikap positif, sekarang justru kebalikannya. Apa pun dan siapa pun selalu terlihat buruk. Tak cuma itu, Anda pun mudah sekali curiga kepada orang lain.
• Tanda No. 7: Mengkritik diri sendiri secara berlebihan dan merasa tak berdaya
Anda mulai merasa apapun yang dilakukan selalu buruk, dan Anda tak bisa melakukannya dengan baik. Kondisi ini akhirnya membuat Anda merasa tak berdaya dan tak berguna. Namun, meski begitu, Anda justru semakin sering mengambil risiko tinggi dalam melakukan tugas-tugas kantor.
Lakukan Perubahan
Jika Anda mengalami kelima gejala tersebut, inilah saatnya Anda melakukan perubahan. Awali dengan meminta bantuan dari atasan atau seseorang di bagian HRD. Bicarakanlah kemungkinan meninjau ulang tenggat waktu, pendelegasian tugas, atau mencari orang lain untuk membantu di salah satu proyek yang Anda kerjakan. Carol A. Turkington dalam bukunya, Stress Management for Busy People, merekomendasikan langkah-langkah proaktif berikut untuk mengatasinya:
• Belajar untuk mengatakan tidak.
• Mengevaluasi kembali sasaran Anda.
• Kurangi komitmen yang berlebihan pada pekerjaan kantor dan tugas-tugas di rumah.
• Belajar keterampilan menangani stres.
• Istirahat yang cukup dan terapkan pola makan sehat.
Selain itu, istirahatlah sejenak dengan mengambil cuti untuk berlibur, tak peduli sepenting apapun pekerjaan Anda saat ini. Dan, aturlah jam kerja Anda setiap hari, yang memungkinkan Anda untuk beberapa saat istirahat sejenak.
(PT. Nestle Indonesia bekerja sama dengan www.hersmagz.com)