Akhir-akhir ini aku suka banget kalo liat gaya Alvin selagi tidur, entah itu pagi, siang ataupun malam hari, semuanya kuambil gambarnya, cuma sayang ada beberapa gambar yang gelap mungkin kurang cahaya, waktu dia tau photo2 selagi dia tidur beberapa diantaranya dihapusnya karena aku photonya pake HPnya dia. Aku dan hubby suka ketawa liat gayanya, lucu nggemesin
8.08.2008
BERBAGAI GAYA ALVIN WAKTU TIDUR
8.04.2008
INSIDEN DIPAGI HARI


Pagi hari tanggal 29 Juli 2008, sewaktu mau sarapan Alvin ngeluh giginya sakit, sebenarnya sudah seminggu dia ngeluh dengan giginya yang mau lepas, mulai dari sikat gigi yang gak enak sampai makanpun jadi gak enak, aku tau gigi depannya udah goyang banget dan mau lepas, berkali-kali kusaranin untuk kucabut pake benang tapi dia gak mau, padahal kelihatan udah tinggal dikit lagi mau copot, cuma karena ketakutannya maka aku biarkan, eh pagi ini dia nangis gak karuan, katanya sakit giginya akhirnya aku bujukin mau dicabut pake benang supaya dia mau sedikit membuka mulutnya, mana giginya kecil2 sekali dengan susah payah gigi kecilnya berhasil kuikat pake benang, sekali tarik langsung copot tuh gigi, darahnya malah udah gak ada. Ini kejadian yang ke2 sebelumnya giginya copot pas waktu dia lagi makan, lucu ngeliat giginya yang kecil2. Sampe pagi ini akhirnya dia gak jadi sarapan karena udah waktunya mandi dan berangkat sekolah....
7.21.2008
Hari Tanpa TV 2008 (Bag.2) Selesai
Untuk mengisi "Hari Tanpa TV 2008" YPMA mengadakan acara mulai dari TK dan SD di lapangan Monas. Menurut ketuanya B. Guntarto acara ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan anak pada televisi. Juga memberikan kesempatan bagi keluarga untuk melakukan aktivitas bersama anggota keluarga yang lain tanpa gangguan televisi.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa dibagi dalam lima kelompok berdasarkan kategori usia.
DAMPAK MENONTON TELEVISI
Menonton televisi dapat menambah pengetahuan dan informasi penting, serta memberikan hiburan. namum disisi lain televisi juga dapat menyebabkan kemalasan. Selain itu, tanyangan televisi yang berupa adegan kekerasan dan tindakan tidak jujur juga dapat mempengaruhi kita. Ada baiknya orang tua tetap mendampingi anak2 saat menonton televisi. Aku sendiri pada hari Minggu 20 July 2008 tersebut hanya bisa mematikan televisi 4 jam, selebihnya gatot alias gagal total, tapi tidak at least 4 jam televisi bisa beristirahat karena emang aku gak kemana-mana hari Minggu tersebut jadi sangat mustahil jika televisi mati total kecuali keluar rumah.
7.18.2008
Hari Tanpa TV 2008 (Bag.1)




Membaca artikel tersebut pada koran anak-anak, aku jadi berpikir "Bisakah" rasanya terlalu "Mustahil" bisa dilaksanakan biarpun cuma satu hari. Karena itu Koalisi Nasional Hari Tanpa TV mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk "tidak menonton TELEVISI selama satu hari" Hari itu akan terjadi pada Minggu, 20 July 2008. Tau gak ditargetkan 1 juta keluarga di seluruh Indonesia mengikutinya. Aku jadi berpikir gimana caranya untuk tidak nonton TV sehari penuh apalagi hari Minggu, selama ada dirumah hiburan yang paling menyenangkan bagi anak2 apalagi kalo bukan nonton TV, wah mungkin aku harus ajak anak2 keluar rumah seharian. Kalaupun ditanya kepada anak2 siapa aja, mau anak orang gedongan ataupun anak kebanyakan "Bisakah kamu tidak menontok TV dalam satu hari meski TV ada di depanmu? mungkin mereka serempak akan menjawab "Mustahil" Televisi sudah tak tergantikan dalam hidup sehari-hari. Banyak waktu yang dihabiskan hanya untuk menonton acara televisi.
Menurut Yayasan Pengembangan Media Anak (YPMA) sebagian besar anak2 Indonesia menonton TV sekitar 1600 jam setahun. Padahal waktu sekolahnya hanya 740 jam. Kenyataan serupa ditemukan peneliti Kaiser Family Fondation (Amerika Serikat) Anak Indonesia berusia 8-18 tahun menonton TV selama 19.7 jam seminggu, itu tidak sebanding dengan waktu membaca mereka yang cuma 6 jam seminggu.
Menurut berita ini juga anak yang terlalu banyak menonton televisi cenderung mengalami obesitas (ha...ha...ha, bener juga ya Alvin adalah contohnya dia gak pernah bisa lepas dari TV, disamping emang makannya banyak, gak heran pas naik kelas 2 baju seragam harus beli lagi dan nomornya lebih besar dari kakaknya)
Ajakan hari Tanpa TV tahun ini merupakan yang ketiga kalinya diadakan sejak 2006
Tontonan TV dibagi menjadi 3 kategori :
- Acara yang AMAN
- Acara yang HATI-HATI
- Acara yang BAHAYA
7.15.2008
SEKOLAH KEMBALI
Setelah liburan +/- 1 bulan aktivitas mulai normal kembali dimulai dengan pembagian kelas dan pembelian buku paket untuk anak2, juga harus beli seragam baru karena seragam lama sudah tidak muat lagi, rasanya badan anak2 koq cepat banget gedenya...., mulai hunting tas dan sepatu baru, kayaknya memasuki tahun ajaran baru semuanya juga baru. Kesibukan mulai lagi setelah +/- 1 minggu sewaktu anak2 masih libur mereka mau keBandung jadi sementara mereka di Bandung, aku benar2 menikmati bangun siang tanpa harus mikirin sarapan serta masak, hari2 benar2 santai.
Bangun siang, pulang kantor nonton televisi sampai larut, tapi kerasa sepi juga tanpa anak2 biasanya setiap hari ada aja yang membuatku harus ngomelin mereka. Tanggal 14 July 2008 hari-hari sibuk mulai kembali. Alvin masuk pagi berarti aku harus bangun lebih pagi karena keduanya harus berangkat pagi2. Masa honey moon sudah usai, kembali lagi dengan kegiatan semula. Hikss....hikss....tapi ada rasa suka karena semua dilakukan dengan senang hati dan tentu saja luv.... selamat datang tahun ajaran baru....
6.25.2008
HOBBY BARU


Sekarang anak2 punya hobby baru nonton di bioskop, Alvin setiap hari cari koran untuk liat iklan film, sayang film anak2 masih kurang cuma ada segelintir. Jauh2 hari waktu kita nonton film Jacki chen ada gambar film 'KUNGFU PANDA akan main tapi gak jelas kapan2nya, akhirnya tiap sabtu aku search nyari di websitenya 21 kalo film itu maennya kapan. Pas waktu maen aku and hubby biasanya ngincar yang dekat rumah karena 21nya harganya lebih murah...tapi apa daya belum maen, akhirnya kita pergi ke mall satunya lagi (biarpun harganya lebih mahal 10ribu x 4 lumayan) ha....ha...ha filmnya lucu abis, biarpun cuma animasi tapi bener2 lucu, selesai nonton ALVIN langsung pengen cari kaset PSnya (gile cepet banget ternyata udah ada tuh beredar kaset PSnya)
1 minggu setelah Angel ke Gorontalo aku, hubby and ALVIN nonton lagi kali ini film dewasa HULK bingung juga ada tulisan dewasanya gimana nih ada ALVIN, untungnya gak ada yang vulgar
6.24.2008
PERLU TIDAKNYA SEORANG ANAK MEMAKAI HP

Mambaca Artikel diatas pada harian "Kompas" 23 Juni 2008, agak kaget juga, jadi ingat waktu pertama aku memberikan HP buat Angel sekitar June 2007, waktu itu emang aku berpikiran untuk memberikan HP kalo dia sudah SMP, tetapi keadaan rasanya sudah tidak memungkinkan dimana semua teman2nya sudah pake HP, aku pikir juga penting untuk komunikasi dengan aku dan papanya.
Tidak pernah terpikir untuk memakaikan kartu isi ulang, kupikir akan lebih mudah jika pake kartu abudemen, tetapi ternyata aku salah sewaktu pulang setelah berlibur July 2007 aku terkaget-kaget waktu terima tagihan HP yang dipakai Angel 4x lebih besar dari tagihanku, aku sempat marah tapi akhirnya kupikir tidaklah menyelesaikan masalah dengan aku marah2, akhirnya aku mengganti kartunya dengan kartu isi ulang yang kujatah untuk ngisi setiap tanggal 1 dan tanggal 15, kejengkelan lain datang pas belum tanggalnya pulsanya habis gantian dia mulai pake HP aku, hubby atau adiknya. Benar2 pusing aku dibuatnya
6.23.2008
LIBURAN YANG SERU DAN KREATIF


Horeee... Liburan telah tiba! Libur tlah tiba.....libur tlah tiba.... seperti lagu anak-anak TASYA. Saatnya bersenang-senang dan melakukan hal-hal di luar rutinitas sehari-hari! Jauh hari sebelum anak2 terima raport aku memang telah merencanakan akan berlibur ke Malang seperti tahun lalu, aku sudah ngincar ticket murah Jakarta-Surabaya
Hari terakhir sebelum terima raport tiba2 Angel bilang dia mau ikut oma (waktu bersamaan oma dan sepupuku yang ortunya masih ada di PALU berencana untuk pulang ke PALU untuk perayaan 2 tahun meninggalnya papinya) Mamiku sebenarnya ikut ke PALU biar bisa ke GORONTALO sekalian, yang ada aku terkaget-kaget emang sampe dia berumur hampir 11 tahun dia belum pernah tau kota tempat aku dibesarkan (mulai TK sampe SMA kelas 2 aku tinggal di GORONTALO) anak2 cuma tau dari cerita, jangankan anak2 hubby aja belum pernah tau kota GORONTALO.
Last minit aku bilang ama sepupuku tolong cari tiket sekalian Angel mau ikut oma, akhirnya dapat juga tuh tiket biarpun dengan harga yang berbeda. Pas tau kakaknya mau pergi giliran adiknya yang ngiler pengen ikut juga langsung bisik2 sama oma katanya mau ikut cuma sayang oma keberatan kalo harus bawa 2 anak sexan katanya report akhirnya yang kecil ngalah gak ikut kali ini biar liburan dirumah aja sambil maen PS. Aku dengar dari cerita mamiku gimana Angel yang begitu antusias selama perjalanan dari PALU ke GORONTALO karena mereka pake bis yang harus melewati jalan trans sulawesi pengalaman baru baginya.
CUAPEK




“JAGALAH PIKIRANMU, KARENA PIKIRAN MU AKAN MENJADI UCAPAN MU…JAGALAH UCAPANMU, KARENA UCAPANMU AKAN MENJADI PERBUATAN MU…JAGALAH PERBUATANMU, KARENA PERBUATAN MU AKAN MENJADI SIFAT MU..JAGALAH SIFATMU, KARENA SIFATMU AKAN MENJADI KARAKTERMU..JAGALAH KARAKTERMU, KARENA KARAKTERMU AKAN MENENTUKAN NASIB MU”
Aku pikir bener juga apa yang tertera diatas itu, rasanya semua pikiran kita yang ngatur, karena biasanya apa yang ada dalam pikiran akan terucap, dari ucapan menjadi perbuatan, nah perbuatan ini yang harus dijaga karena perbuatan kita akan menjadi sifat serta karakter yang akan menentukan kita nantinya. Hal ini pernah aku alami, karena semua yang ngendalikan adalah kita sendiri.
Aku berusaha untuk menerapkan ini pada ke2 anaku tapi apa mereka mengerti? karena terkadang yang ada rasa capek yang luar biasa, manakala mereka mulai ber-ulah, Mulai dari si kakak, yang kelihatannya mulai menunjukan eksistensinya, semua keinginan dituruti, mulai dari Eskul yang berubah-ubah (dari gambar, ganti nari sampe akhirnya ganti lagi ke-basket) untuk yang lainnya ambil les english, tapi sekarang bosan, setiap ada les gak ikutan ada aja alasannya mulai sakit perut sampe pusing. Akhirnya ujian naik tingkat gak ikutan cuma karena sibuk main basket (wuih capek deh)
Kalo yang kecil laen lagi waktu mulai harus ambil eskul dia milih catur (katanya gak bisa gambar, pernah waktu TK sampe gak mau sekolah gara2 hari itu ada pelajaran gambar dan dia ngerasa gak bisa) kalo les english sih sementara fine2 aja dia masih mau ikutan, (3x dalam seminggu biarpun lesnya di lantai 4 sedangkan kelasnya dilantai 1, aku juga bisa ngerasain capeknya naik tangga disekolah mereka waktu rapat ortu di lantai-4)
Eh sekarang katanya mau kursus Bahasa Jepang, mungkin karena dia suka sama film Naruto (kartun Jepang) sampai akhirnya dia mulai senang koleksi segala aksesoriesnya si Naruto ini (mulai tas, tempat pensil, pensil, penghapus sampe baju tidur dan baju sehari2 semua serba Naruto) waktu aku lagi nyari buku di Gramedia, dia malah ambil kamus Jepang. Ya untuk sementara ini diikutin aja maunya dulu, karena aku pikir gak lama nanti pasti berubah lagi
4.15.2008
Mendidik Anak di Tengah Kesibukan Bekerja
Besarnya tuntutan hidup di kalangan masyarakat urban memaksa banyak suami dan istri bekerja di luar rumah. Si kecil tinggal bersama pembantu atau diasuh oleh orang tua. Meskipun sama-sama sibuk bekerja, orang tua tetap bertanggungjawab atas pendidikan anak.
Sedikit saja lengah dalam mendidik dan mengawasinya, si kecil bisa terpengaruh oleh faktor-faktor eksternal yang mungkin berdampak negatif seperti televisi, teman bermain dan lingkungan sekitar.
Berikut beberapa hal yang bisa Ayah dan Bunda lakukan di tengah kesibukan bekerja:
• Luangkan waktu bermain. Sebanyak apapun beban pekerjaan kantor, luangkan sebagian waktu untuk sekedar bersenda-gurau atau menanyakan PR hari ini. Kehangatan dan keakraban yang terus terjalin dalam interaksi antara anak dan orang tua akan menumbuhkan rasa nyaman di hati si kecil.
• Menjadi pendengar yang baik. Anak yang aktif senang berbagi cerita yang baru dialaminya. Sebaliknya, dia juga senang mendengarkan apa saja yang diceritakan oleh Bundanya. Jadilah pendengar yang baik dan apresiasikan setiap kisah yang ia ceritakan dengan penuh perhatian.
• Lakukan pengawasan. Anak akan merasa nyaman bila mengetahui orang tua memberi perhatian penuh kepadanya. Tanyakan aktifitas apa saja yang dia lakukan sepanjang hari. Bila ada yang kurang baik, beri pengarahan dengan cara persuasif dan menyenangkan.
• Hadiah dan hukuman. Hadiah berarti apa saja yang disenangi oleh si kecil sepanjang itu baik dan tidak membahayakan, termasuk pujian, senyum dan tepuk tangan. Sedangkan hukuman jangan diartikan sebagai bentakan, amarah, apalagi pukulan fisik. Berdiam diri dengan memasang muka masam ke anak sudah cukup menjadi peringatan baginya bahwa apa yang baru ia lakukan salah dan tidak berkenan di hati Bunda. Biasakan memberi hadiah dan hukuman secara proporsional agar si kecil selalu termotivasi untuk berbuat baik dan belajar dari kesalahan.
• Tidak sering mengganti pembantu. Pembantu atau baby sitter memegang peranan penting saat orang tua absen dari rumah. Selain berfungsi menjaga dan melayani kebutuhan anak, pembantu juga berperan dalam meningkatkan kemampuan sosial anak. Bila anak sudah akrab dengan satu orang pertahankan selama mungkin, dan upayakan untuk tidak terlalu sering mengganti pembantu.
(Sahabat Nestlé bekerja sama dengan Kompas Cyber Media)
4.10.2008
LIBURAN NATAL



Liburan Natal kali ini gak kemana-mana tapi adik dan ponakanku datang dari Malang tapi setelah Natal baru mereka nyampe Jakarta, sesuai dengan jadwal kedatangan yang dikasih tau, setelah aku pulang kantor bergegaslah kami serombongan keairport untuk menjemput dengan perkiraan jam 9 malam mereka sudah sampai. Ditengah perjalanan aku ditelpon adiku yang mana pesawat delay jadi jam 10 malam mereka baru berangkat dari Surabaya, ya apa mau dikata kami sudah sampai bandara yang ada duduk manis di ruang tunggu sambil menunggu kedatangan mereka, akhirnya jam 12an sampai juga mereka padahal yang nunggu udah pada terkantuk-kantuk....
Sampailah dirumah besok pagi berencana untuk ke dufan (pikirku dihari kerja mungkin gak rame seperti week end) mumpung ada beberapa kupon discount dari gyant bisa dipergunakan. Ber-8 kami ke dufan dengan harapan bisa main sepuasnya...tapi aku sendiri udah gak berani untuk permainan yang memacu adrenalin maunya cuma keistana boneka, dan lainya yang santai-santai aja, sampai hubbyku ngeledek aku katanya wah gak ada nyali, aku cuma bilang gak apa-apa dari pada gak enak setelahnya....
Kebetulan ada wahana baru TORNADO yang aku bilang memang benar-benar uji nyali, sewaktu aku lagi naik kincir raksasa, posisinya tornado pas belakang kincir, kelihatan banget gimana diputar-putar 180 derajat...adik aku dan anak2nya mau nyobain katanya buat apa sudah dijakarta gak nyobain, hubbyku ikut juga nemenin, aku dan ke-2 anakku nonton dari bawah aja. Bener-bener UJI NYALI
Tanggal 30 Desember 2008 kami kebandung, jadi merayakan malam tahun baru dibandung... cuaca hujan terus menerus....5 menit menjelang jam 12 kepalaku sakit banget, nggak kuat lagi masuklah aku tidur, jadi aku benar2 tidak ikut detik2 pergantian tahun ke 2008.... besok pagi rencananya semua sudah siap untuk ke gereja bersyukur untuk tahun yang baru...olala...gereja cuma pagi jam 6.30 jadi kami langsung bergegas ke makam papi di taman makam pahlawan bandung karena adiku ngerasa sudah lama tidak nyekar kemakam papiku...photo diatas adalah photo dimakam papiku... sorenya kami udah kembali lagi kebekasi karena besoknya aku sudah harus kerja kembali
Keluarga Juga Perlu Meeting
Jika dibiasakan, family meeting bisa menjadi metode jitu untuk menjalin kedekatan dan kerjasama di antara anggota keluarga. Kata ”meeting” mungkin tidak asing lagi bagi Anda, orangtua yang bekerja. Tidak seperti business meeting, family meeting tampaknya bukan hal yang terlalu populer dan dianggap penting oleh sebagian besar keluarga di Indonesia, sehingga jarang atau mungkin tidak pernah dilakukan apalagi dibiasakan. Mengapa? Psikolog UI, Dra. Ina Saraswati, M.Si melihat, hal ini bisa terjadi karena umumnya keluarga di Indonesia merasa bahwa mereka sudah cukup berkomunikasi. Sementara anak butuh belajar sharing, belajar bertoleransi, belajar untuk memecahkan masalah dan berani mengambil keputusan yang bisa dipelajari sewaktu meeting. Sementara itu, Vriti Kush Mahtani, pakar yang lebih dari 10 tahun menggeluti dunia anak melihat bahwa hal ini tidak secara khusus terjadi pada masyarakat Indonesia. Tetapi karena orangtua kurang memiliki informasi mengenai betapa pentingnya family meeting bagi keluarga, khususnya bagi anak-anak. “Anak-anak membutuhkan dukungan orangtua sepanjang hidupnya. Karena itu waktu berkumpul bersama keluarga menjadi sangat penting,” kata Vriti. Meeting keluarga menurut Ina, juga penting untuk menjadi media untuk memecahkan masalah. “Sejak anak-anak masih kecil, orangtua harus terbiasa untuk menghampiri dan berbicara pada anak, bertanya apa yang mereka alami dan pertanyaan-pertanyaan lain yang berpusat pada anak dan menarik baginya dan bukan melulu tentang hal-hal yang menarik bagi orangtua saja,“ papar Vriti. Dengan begitu anak pun akan belajar untuk bicara, sehingga orangtua bisa mengetahui apa yang ada dalam pikirannya. “Apalagi jika mereka sudah beranjak remaja, bagaimana Anda melakukan semua itu? Jika sejak dini Anda tidak terbiasa untuk duduk bersama, berkumpul dan berbicara dengan keluarga, bagaimana mungkin Anda dapat mengetahui apa yang ada di pikiran mereka? ” ujar Vriti. Vriti menambahkan, waktu berkumpul bersama keluarga juga dapat dijadikan media untuk membekali anak dengan berbagai macam keterampilan hidup untuk mengembangkan kemampuan sosial, fisik, kognitif, kreatif dan emosional mereka. “Lalu bagaimanakah cara melakukan itu semua? Anda hanya dapat melakukannya dalam family gathering”. Karena begitu pentingnya, kebiasaan melakukan family meeting ini menurut Vriti, sangat perlu dilakukan sejak anak-anak masih berusia dini. “Karena usia 0-8 tahun adalah masa-masa yang penting untuk membantu anak tumbuh dan berkembang secara optimal. Jadi, penting sekali untuk memulainya sejak dini,” jelas Vriti. Bagaimana Melakukannya? Sesuaikan dengan Kebutuhan
Dalam pelaksanaannya, Ina menyarankan agar family meeting disesuikan dengan kebutuhan dan kegiatan masing-masing anggota keluarga, juga usia anak. Kalau suatu keluarga memiliki anak yang masih kecil, ada baiknya pertemuan keluarga dilakukan menjelang si kecil tidur, sambil menemaninya atau bisa juga dilakukan sambil bermain bersama atau bercerita atau sambil berjalan-jalan. Setelah anak makin besar, kegiatan bisa dipindahkan di meja makan. Jika semua anggota keluarga sibuk dengan berbagai kegiatan, upayakan untuk melakukan kompromi untuk mendapatkan kesepakatan, sehingga tidak ada pihak yang merasa dipaksa untuk melakukannya. Family Meeting Bukan Business Meeting
Menurut Vriti, family meeting tidak sama dengan business meeting. Family meeting harus bersifat informal, untuk membangun suatu hubungan jangka panjang (longlife relationship) dengan anak. “Itulah esensi dari sebuah keluarga,” katanya. Karena itu Vriti menyarankan, family meeting sebaiknya didesain dengan prinsip: Famiy meeting harus dibuat menyenangkan dalam suasana informal sehingga setiap anggota keluarga merasa nyaman. Sangat tidak dianjurkan untuk menetapkan waktu pertemuan yang kaku dan tidak bisa diganggu-gugat. Orangtua sebaiknya memiliki ide tentang apa yang akan dibicarakan, disampaikan dan coba untuk dipahami, sehingga pertemuan berjalan dengan jelas. Untuk kasus-kasus tertentu boleh saja meeting dilakukan dengan lebih serius, misalnya ketika ada masalah keluarga. Komunikasi Dua Arah
Baik Ina maupun Vriti sepakat menyetujui pentingnya komunikasi dua arah dalam family meeting. Ada beberapa alasan yang mendasarinya: Jika maksud orangtua disampaikan dengan satu arah,maka pesan tersebut tidak akan sampai. Jika orangtua mencoba untuk mendengarkan anak-anaknya, maka pada saat itu tingkat stress anak menurun. Jika anak tidak mau bicara, Anda perlu mencari penyebabnya. Apakah Anda terlalu dominan atau memang si kecil yang terlalu tertutup. Mulai dan Akhiri dengan Hal Menyenangkan
Agar family meeting bisa menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh tiap aggota keluarga, usahakanlah untuk memulai dan mengakhirinya dengan hal-hal yang menyenangkan. Biasakanlah untuk membuka meeting dengan memberikan penghargaan, pujian ataupun apresiasi atas hal-hal baik yang telah dilakukan Jangan lupakan bagian akhir. Kreatiflah dalam merancang dan mempersiapkan penutup yang menyenangkan dari tiap pertemuan. (PT. Nestlé Indonesia bekerja sama dengan majalan Inspired Kids)
Selengkapnya......
LOMBA TK SEBEKASI DI ANCOL
Photo ini waktu
Selengkapnya......
